Senin, 22 April 2013

19 April, Kegiatan bioscil #3 "Berkunjung ke DAC (Deaf Art Community)"

di baca : 331 kali | Date 20 April
di baca : 331 kali | Date 20 Aprildibaca 331 kali | Date 20 Apri
dibaca 331 kali | Date 20 April

Reporter: Joe

Jogjanews.com - bioscil (bioskop kecil) bekerjasama dengan komunitas tuna rungu Jogja, Deaf Art Community (DAC) akan menyelenggarakan acara nonton film bareng dan berbagi cerita bersama bioscil #3 "Berkunjung Ke DAC (Deaf Art Community)" pada Sabtu (20/4) pukul 19.00-21.00 WIB.

Acara bioscil #3 "Berkunjung Ke DAC (Deaf Art Community)" akan dilakukan di markas DAC di Jalan Langenarjan Lor No.16A Panembahan, Kraton, Yogyakarta.  Rilis dari bioscil menjelaskan, mereka akan memutar beberapa film pendek bertema difabel dan film pendek anak sebagai referensi tontonan.

Film-film yang diputar adalah “Berkebun” (DAC), “Boncengan” (Senoaji Julius) dan “Bermula Dari A” (BW. Purba Negara). “Harapannya bisa saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan berbagi cerita tentang dunia difabel bersama-sama dalam satu ruang bertemu yang bersifat hangat, dekat dan penuh kekeluargaan,” tulis rilis dari bioscil, Jum’at (19/4).

Pemutaran film oleh bioscil ini selain akan ditonton oleh DAC, juga para orang tua yang mendukung kegiatan anak-anak mereka dan berpartisipasi dalam kegiatan acara ini. Selain pemutaran film, Sabtu sore ini juga akan diselenggarakan workshop melukis dengan jari pada media kaos, dan akan dipamerkan menjelang pemutaran diberlangsungkan.

Pendukung acara yang turut berperan serta dalam terselenggaranya kegiatan bioscil #3 kali ini adalah Cemeti Art House, DAC, ruangtengah, bianglala, 03 Multimedia, Kavi-Studio, Yayasan Sahabat Gloria, Limaenam Films, dan Mirror Picture. 

Dalam rilisnya, bioscil juga menerangkan, komunitas tunarungu Jogja (DAC) merupakan kumpulan anak muda yang sangat kreatif dan memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. Beberapa kegiatan kesenian seperti pentas teater dan mime sering mereka gelar bahkan hingga luar kota Yogyakarta.

Saat ini mereka juga sedang tertarik dan giat berproses dalam pembuatan film pendek mengenai “dunia” mereka  (difabel) dengan cara dan bahasa mereka sendiri. Hasilnya pun luar biasa. Salah satu film DAC yang berjudul “Berkebun” berhasil menyabet juara I dalam kompetisi Film Pendidikan bertema difabel yang diselenggarakan di Yogyakarta. 

“Merespon kreativitas teman-teman DAC, lalu bekerjasama dengan mereka, bioscil kali ini menggelar acara pemutaran film pendek bertema difabel dan satu film pendek bertema anak-anak sebagai referensi tontonan dan hiburan,” tulis rilis dari bioscil.

Lihat juga:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...