Minggu, 20 Januari 2013

Sekolah Brosot Gelar Acara "Bioscil Jogja", Memutar Film-Film Anak Berprestasi

di baca: 131 kali | date 21 Desember 2012

Reporter: Joe

Jogjanews.com - Pengelola Sekolah Mbrosot akan menggelar acara pemutaran film pendek untuk anak-anak dalam tajuk “Bioscil Jogja” atau Bioskop Kecil Jogja pada Sabtu (22/12) mulai pukul 15.30 sampai selesai di Sekolah mBrosot, RT 19 Desa Jatirejo, Lendah, Kulonprogo Yogyakarta, Indonesia.

Bioscil diinisiasi Hindra Setya Rini, dengan pelaksana program Rifqi Mansur Maya bekerjasama dengan komunitas Ruang Tengah, Bianglala, 03 Multimedia, ArtFilmSchool Indonesia dan Yayasan Sahabat Gloria, sebagai media partners dalam pemutaran film pendek anak-anak.

Dua film pendek bertema anak-anak yang akan diputar adalah Boncengan (sutradara Senoaji Julius) dan Cheng-Cheng Po (sutradara BW. Purba Negara). Selain pemutaran film, bioscil menekankan pentingnya berbagi pengalaman menonton dan pengetahuan yang diserap setelah menonton dengan cara bercerita.

Oleh karena itu di setiap akhir film yang diputar, penonton anak-anak diajak untuk berbagi cerita ke sesama teman-teman menontonnya. Harapannya, melalui film tersebut penonton anak-anak dapat belajar berbagi atas apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan, sebagai bentuk media apresiasi dan belajar memahami bersama Rilis dari Sekolah Mbrosot menerangkan Bioscil, merupakan kependekan dari bioskop kecil. Penamaan tersebut sebagai gambaran bahwa media tontonan ini layaknya bioskop namun dalam ruang lingkup yang lebih kecil; sekaligus kecil di sini menunjuk pada sasaran penonton yang juga adalah anak-anak (kecil).


Memakai cara berkeliling merupakan agenda menonton film yang ditawarkan bioscil dalam memfasilitasi penonton anak di lokasi-daerah yang jauh dari akses bioskop umum (yang biasanya berbentuk gedung; dan bertiket). bioscil ini berlangsung di tempat terbuka (out-door) dan tidak dipungut biaya (gratis).

Mengapa bioscil memutar film pendek anak-anak dan untuk penonton anak-anak? Salah satu persoalan mendasar dalam perkembangan film pendek yaitu ketiadaan ruang bagi pemutarannya. Film pendek selama ini tidak diputar di jaringan bioskop yang ada di Indonesia. Komunitas-komunitas film pendek yang ada sekarang didominasi oleh kegiatan pembuatan film namun masih sangat sedikit yang memiliki perhatian  menjadi wadah untuk penayangan film.

Minimnya ruang bagi pemutaran film ini memiliki andil terhadap kurangnya apresiasi masyarakat terhadap film-filn pendek. Padahal di sisi lain, film-film pendek bertema anak-anak yang berprestasi sangat baik untuk diapresiasi oleh seluruh anak-anak Indonesia sebagai media tontonan dan hiburan yang dapat memberi nilai-nilai positif sebagai ruang pembelajaran bersama secara mandiri, kritis, dan kreatif.

Maka dari itu bioscil (bioskop kecil) yang berbasis di Jogja menginisiasi untuk fasilitasi pemutaran film dengan edisi kali ini adalah fokus pada film pendek anak-anak dan ditujukan untuk penonton anak-anak yang jauh dari akses bioskop.


baca juga:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...